Santunan Anak Yatim Piatu dalam rangka 10 Muharram 1443 H

Keseimbangan IQ, EQ, dan SQ sangat berpengaruh terhadap pola pemikiran manusia sehingga bisa mendorong para orang tua dan pendidik untuk bekerjasama dalam membangun kepribadian anak sejak dini. Manajemen waktu sangat perlu dianut oleh orang tua ketika orang tua tidak mampu untuk membagi waktu. Harus ada pembagian yang tepat antara kesenangan pribadi dan memenuhi kebutuhan anak. Kebutuhan anak yang mendasar adalah pencarian jati diri sampai usia emas, yang meliputi perwatakan, bakat dan kepandaian, serta motivasi untuk melanjutkan kehidupan. Kebutuhan yang mendasar jika tidak terpenuhi tentunya akan mendatangkan banyak masalah. Masalah itu akan mempengaruhi keseimbangan EQ dan SQ. ketidak seimbangan IQ akan menjadikan penurunan IQ, setelah itu terjadi hormone stress.

Bertolak dari uraian di atas, dapat kita paparkan simpulan bahwa peran orang tua sangat mendominasi aspek perkembangan anak. Orang tua harus meluangkan kesempatan untuk memotivasi dan memenuhi kebutuhan anak agar dapat membantunya dalam perkembangan IQ, EQ, dan SQ yang seimbang. Kebutuhan yang mendasar jika tidak terpenuhi tentunya akan mendatangkan banyak masalah. Masalah itu akan mempengaruhi keseimbangan EQ dan SQ. ketidak seimbangan IQ akan menjadikan penurunan IQ, setelah itu terjadi hormon stress.

Kedewasaan seorang manusia dalam perkembangan dan perjalanan hidupnya sebenarnya bukan hanya dipengaruhi faktor keluarga saja, dalam hal ini orang tua di lingkungan rumah tangga. Akan tetapi, dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti lingkungan pendidikan formal, maupun lingkungan sosial. Oleh sebab itu, tentu keseimbangan IQ, EQ, dan SQ juga memperoleh kontribusi yang ikut menentukan kedewasaan seseorang untuk sampai pada usia emas. Jadi kalau dikatakan pembentukan pribadi untuk menemukan jati diri sampai pada usia emas hanya ditentukan oleh peran orang tua sangatlah tidak dapat berterima.

Sebagai contoh, dalam kehidupan bersosial di masyarakat, kita sering menemukan bahwa anak yang tanpa orang tua ternyata dapat berkembang mencari jati dirinya. Keberhasilan ternyata dapat berkembang maksimal karena anak tersebut harus memenuhi kebutuhan pribadi dengan bekal dan atau modal pengenalan, gejala kehendak , gejala perasaan, atau bahkan campuran dari ketiganya yang harus dilakukan sendiri. Sebaliknya, anak yang mendapat perhatian penuh dari orang tua terkadang menimbulkan rasa kurang percaya diri. Hal ini mungkin karena kasih sayang yang berlebihan dari orang tua. Semua kebutuhan anak dipenuhi orang tua akan membuat anak menjadi manja.